Sambut Piala Dunia FIFA U20, Surabaya Diminta Siapkan 5 Lapangan Pendamping

josstoday.com

Menpora Zainuddin Amali (kanan) berbincang dengan Kadispora Jatim Soepratomo (kiri) di sela inspeksi mendadak di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu 3 Oktober 2019.

JOSSTODAY.COM -  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengungkapkan beberapa syarat agar Surabaya bisa menjadi tuan rumah FIFA World Cup U20 tahun 2021. Salah satu syaratnya memiliki lima lapangan pendamping. Karena hal itu yang menjadi syarat utama dari FIFA, bukan dari PSSI atau Kempora. Di samping stadion utama dan lima lapangan untuk latihan dan pemanasan tim, pemerintah daerah juga harus segera menyelesaikan renovasi stadion utama maupun pendampingnya karena dalam enam bulan sebelum Piala Dunia biasanya sudah ada negara-negara peserta yang sudah datang.

“Jadi bukan karena PSSI atau Kempora yang menentukan venue ini tetapi FIFA sendiri,” ujar Menpora menjawab pertanyaan wartawan ketika meninjau kondisi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (3/11/2019).

Hanya saja, Menpora yang semula datang untuk memastikan kesiapan venue pertandingan internasional tersebut, harus menelan kekecewaan karena mendapati Stadion GBT Surabaya dalam keadaan terkunci. Menteri gagal melihat kondisi stadion yang beberapa hari lalu dirusak suporter Persebaya, Bonek Mania setelah kesebelasan kesayangan mereka ditekuk tim tamu PSS Sleman 2-3, Selasa (29/10/2019) sore.

Agaknya diduga terjadi miskomunikasi antara Kempora dengan Pemkot Surabaya yang menurut Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, tidak ada pemberitahuan apapun, terkait kunjungan Menpora ke Stadion GBT Surabaya di hari Minggu itu. “Kalau ada pemberitahuan, kita pastikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau pejabat yang mewakili akan mendampingi Menpora,” ujar Febri yang dikonfirmasi, Minggu sore.

Stadion GBT menjadi satu dari 10 stadion yang menjadi calon venue Piala Dunia U-20 dua tahun mendatang.

Selain GBT, sembilan stadion lainnya adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor dan Stadion Manahan di Solo.

Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, Stadion Mandala Krida di Yogyakarta, Stadion Jakabaring di Palembang, Stadion Wibawa Mukti di Cikarang Timur, Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, serta Stadion Si Jalak Harupat di Bandung.

Sementara itu Menpora menyatakan, pemerintah daerah yang sudah menyanggupi siap jadi tuan rumah Piala Dunia 2021 adalah Jakarta, Surabaya, Bali, dan Bandung. Namun demikian, nantinya yang menentukan adalah FIFA sendiri, ujar Zainudin, yang mantan Ketua Komisi II DPR RI itu. Ia mengakui, sesuai informasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Stadion GBT Surabaya pada sore hari beraroma sampah. “Ini mesti dinetralisir karena akan mengganggu jalannya laga,” tandas Menpora.

Menurut dia, Surabaya sendiri bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Tapi Pemkot Surabaya diminta menyiapkan lima lapangan pendamping untuk latihan yang tidak terlalu jauh dengan stadion utama. Karena ini Piala Dunia, enam bulan sebelumnya banyak negara peserta sudah mengirim tim peserta dan dari negara-negara Eropa untuk menyesuaikan dengan cuaca di tempat laga.

Terkait dengan kunjungannya di Stadion GBT Surabaya, Menpora memberikan beberapa catatan, satu di antaranya yang paling diutamakan untuk segera diselesaikan adalah bau sampah yang mengganggu. “Kalau sampah pasti harus segera diselesaikan bagaimana caranya. Karena kalau FIFA tak berkenan bisa saja venue Piala Dunia ini dipindah,” ujar Zainudin.

Sementara itu sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya untuk membenahi Stadion GBT sebagai stadion utama dengan daya tampung 50.000 penonton. Smua fasilitas yang kurang dan rusak dan sesuai standar yang diinginkan oleh FIFA segera dipenuhi. Juga empat lapangan yang akan dijadikan tempat latihan, yakni lapangan Karanggayam, Lakarsantri, Sambikerep dan Sememi sedang dipersiapkan.

“Pemkot Surabaya siap mendukung penuh sebagaimana diharapkan FIFA World Cup 2021 mendatang. Sejak awal Oktober sudah dimulai pembenahan mulai dari papan skor yang lainnya, termasuk peningkatan daya lampu stadion dari 1.400 lux menjadi 2.400 lux. Guna proses penyempurnaan, stadion yang menjadi home base Persebaya itu akan di istirahatkan agar pembenahan dapat dilakukan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut baik terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 dan Jatim menjadi salah satu venue pertandingan. Selain Gelora Bung Tomo, Gubernur Khofifah mengajukan empat stadion lain sebagai alternatif yakni Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Gelora Bangkalan. Alternatif stadion ini dipersiapkan lantaran FIFA mensyaratkan sejumlah hal. Salah satunya yaitu tersedianya tempat berlatih bagi para peserta Piala Dunia U-20.

Disiapkan alternatif sebagai pendukung bila terjadi sesuatu yang tak terduga. Sehingga, dengan stadion alternatif itu diharapkan opsi Jatim sebagai salah satu venue tuan rumah Piala Dunia U-20 tidak akan dipindahkan ke tempat lain. “Alternatif (stadion) lain harus tetap disiapkan agar kesempatan menjadi venue tidak akan berpindah ke provinsi lain," tegas Khofifah yang menyoroti bau sampah ketika meninjau Stadion GBT Surabaya belum lama ini. (fa/b1)

FIFA U20 FIFA U20 surabaya