Penyidik KPK Geledah Rumah Komisaris BUMD Jatim Dalam 3,5 Jam

josstoday.com

Penyidik KPK membawa masuk koper usai melakukan penggeledahan di rumah komisaris PT PWU, Karsali, di Perumahan Sakura Regency, Surabaya, Jumat (9/8/2019). (Josstoday.com)

JOSSTODAY.COM - Penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah komisaris PT Panca Wira Usaha (salah satu BUMD Jatim), Karsali, di Perumahan Sakura Regency, Surabaya, Jumat (9/8/2019) akhirnya selesai dalam waktu hampir 3,5 jam.

Dari pengamatan langsung, penyidik sebanyak enam anggota penyidik KPK keluar dari rumah pukul 18.50 dengan pengawalan empat anggota polisi bersenjata.

Tampak saat keluar petugas membawa satu kardus, satu koper besar, dan satu ransel yang diindikasi berisi dokumen yang diindikasi berkaitan dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung. Ketiga item itu dimasukkan dalam satu mobil diantara tiga mobil Toyota All New Innova hitam yang digunakan.

Namun, saat dimintai keterangan tidak ada satupun penyidik yang memberikan informasi.

Sementara itu, salah satu saksi mata yakni satpam perumahan, Karmani mengatakan, jika dalam penggeledahan ini para penyidik tidak bertemu dengan tuan rumah yang sedang berada di luar kota.

"(Bapak) gak ada di rumah lagi ke luar kota. Refreshing," katanya.

Meski tidak ada di rumah namun penggeledahan, aku Karmani, dilakukan hampir diseluruh ruangan. Namun, ia tidak mengetahui pasti barang apa yang dibawa penyidik.

Sebelumnya, juru bicara KPK, Febridiansyah mengatakan, selain di rumah Karsali pihaknya juga melakukan beberapa penggeledahan di Surabaya. Diantaramya menggeledah rumah mantan Kepala Bappeda Jatim, Zainal Budi, serta rumah mantan pejabat Bappeda Jatim, Budi Juniarto.

Penggeledahan ini dilakukan dari hasil pengembangan penyidikan terkait dugaan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung, yang kini telah menjerat mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, dan mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono.

Namun, hingga berita ini diunggah belum ada kepastian terkait waktu dan peran Karsali dan seluruh terduga dalam kasus ini. (ais)

KPK BUMD Jatim Korupsi Tulungagung