Wacana Rektor Asing, Prof Nasih: Rektor Lokal Bisa Lebih Baik

josstoday.com

Rektor UNAIR, Prof Mohammad Nasih.

JOSSTODAY.COM - Wacana penggunaan rektor asing untuk Perguruan Tinggi Nasional (PTN) di Indonesia yang dikeluarkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir, untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terus mendapat respon berbeda.

Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Mohammad Nasih enggan membantah apa yang diwacanakan pemerintah. Hanya saja, menurutnya dengan tenaga lokal PTN di Indonesia juga bisa lebih baik.

"Intinya kalau kita diberi kepercayaan dan modal, saya rasa rektor lokal juga bisa lebih baik dari rektor asing," kata Nasih saat ditemui di Gedung Airlangga Convention Center, Surabaya, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya, ada beberapa kendala yang selama ini terjadi sehingga agak menghambat meningkatnya kualitas pendidikan tinggi. Salah satunya masalah birokrasi.

Untuk bisa melakukan penelitian hingga menghasilkan wujud nyata memerlukan proses panjang yang bisa lebih dari satu tahun. Mulai dari penganggaran yang bisa cair beberapa bulan setelah pengajuan, kemudian pengerjaan dan lainnya. Sehingga, sangat sulit bekerja secara cepat untuk menghasilkan apa yang diharapkan.

"Apalagi, prinsip keuangan itu adalah ketidakpercayaan membuat proses akan semakin lama. Nah, ini yang sebenarnya kami harapkan mendapat kepercayaan sedikit, keleluasaan untuk mengelola ini," jelasnya.

Selain itu, ia menyebut faktor kepemimpinan seseorang akan menjadi salah satu faktor penting. Namun, menurutnya faktor kepemimpinan itu juga berkaitan dengan faktor lain karena ada banyak aspek dalam pengelolaan PTN.

"Hanya kemudian, kepemimpinan ini bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan masih banyak faktor lain yang saling terkait. Jadi menurut saya kepemimpinan harus diimbangi faktor lain. Memecahkan satu dampak saja gak terlalu optimal, harus dibenahi secara keseluruhan," jelasnya.

Sementara saat disinggung jika kebijakan itu dilaksanakan, Nasih tidak berani menjawab dengan tegas. Hanya saja, ia mengatakan bahwa setiap PTN memiliki mekanisme pemilihan rektor.

"Sepanjang mengikuti mekanisme yang ada ya ndak masalah. Terutama PTN BH sekarang punya peraturan pemerintah berupa statuta. Karena ada aturan main tentang ketentuan dan syarat rektor. Sepanjang itu tidak terlanggar ya kenapa tidak," pungkasnya. (ais)

Rektor Asing Kemenritekdikti UNAIR PTN