Polda Jatim Bongkar Pengiriman 50 Kg Sabu ke Sampang

josstoday.com

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan (ketiga kiri) didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R Wisnoe Prasetja Boedi (keempat kiri) menunjukkan barang bukti saat ungkap kasus peredaran narkotika di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (31/7/2019). Satuan Tugas (Satgas) Narkoba Polda Jawa Timur berhasil menangkap lima tersangka dan mengamankan barang bukti narkotika jenis Sabu dengan berat sekitar 49,93 kilogram selama bulan Februari sampai Juli 2019.

JOSSTODAY.COM -  Satgas Antinarkoba Polda Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan Kantor Bea Cukai Tanjung Perak yang didukung TNI, berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat hampir 50 kilogram (kg).

Barang haram dari Malaysia tersebut bakal dikirim ke bandar sabu, berinisial Y di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Untuk menyamarkan, mereka menyembunyikan sabu-sabu dalam berbagai media seperti kaleng berisi cat tembok, botol, dan sebagian dimasukkan kaleng lem.

“Ini jumlahnya lumayan fantastis, sekitar setengah kuintal. Ada 50 kg sabu-sabu kami amankan. Jika diuangkan, bisa mencapai Rp 74,9 miliar,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dalam konferensi pers di Mapollres Tanjung Perak Surabaya, Rabu (31/7/2019).

Lebih lanjut Kapolda mengungkapkan, bahwa pengungkapan kasus narkoba oleh tim gabungan Polri, TNI, dan Bea Cukai Tanjung Perak itu berdasarkan informasi dari Bea Cukai yang mengamankan sabu-sabu dari Malaysia. Setelah dikembangkan, ternyata sabu-sabu milik seorang bandar berinisial Y.

Sabu-sabu yang dikirim sejak Februari 2019 lalu tersebut ke Sokobanah Sampang, dikirim melalu jalur laut, juga jalur udara, dan kiriman ekspedisi paket. Seluruh barang haram tersebut diamankan dari lima kurir jaringan besar di Jatim berinisial SH, JH, N, S dan NAH.

“Mereka ini para kurir dan perantara yang memiliki koneksi dengan jaringan besar di Malaysia. Ada lima orang yang kami amankan. Mereka terdiri atas empat orang laki-laki dan satu orang perempuan,” tandas Luki.

Untuk mempermudah peredaran, para kurir memasukkan sabu-sabu melalui kawasan perbatasan seperti Batam dan Pontianak. Dari sana mereka masuk ke Jakarta, hingga tiba di Surabaya. “Yang mengejutkan, seluruh narkoba ini masuk ke tangan Y yang ada di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura,” ujarnya.

Atas tindakan ini para tersangka, lanjut Luki, tidak hanya dijerat pasal tentang peredaran narkoba, tetapi juga pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Kami juga telusuri aset milik para tersangka. Ada kemungkinan, aset-aset itu akan kami sita,” tambah Luki.

Di Pamekasan

Sementara itu Satreskoba Polres Pamekasan, mengungkap sebanyak enam kasus dengan menetapkan sebanyak 10 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, dalam beberapa hari selama Juli 2019. Empat tersangka yang tercatat sebagai sebagai pengedar, serta enam tersangka lainnya sebagai pemakai diamankan. Mereka adalah JP (24) dan RD (24) yang bertindak sebagai pengedar, serta RA (15) sebagai pemakai di Kelurahan Kowel.

Kasat Reskoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto, Rabu tadi malam menjelaskan, petugas kembali menangkap tersangka NS (34) warga Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Sampang yang bertindak sebagai pengedar.

“Sehari pascapenangkapan di Tamberu, petugas kembali menangkap NH (22) di Desa Sopaah, Pademawu, Pamekasan. Disusul kemudian meringkus HS (28), BAM (21) dan RFK (21)di Desa Srambah, Kecamatan Proppo, Pamekasan

“Terakhir kita amankan UF (18) dan BS (30), keduanya ditangkap di Kecamatan Larangan, Pamekasan,” ujar AKP Bambang Hermanto yang mantan Kapolsek Proppo itu. Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan narkoba jenis sabu seberat 6,52 gram beserta sejumlah barang bukti seperti alat isap dan lainnya.

Tersangka kasus sabu dikenakan pelanggaran Pasal 112 (1) Sub 114 (1) dan Pasal 127 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun hingga seumur hidup. (gus/b1)

Polda Jatim Penyeludupan sabu sabu narkoba