350 Siswa dan Guru SMPN 28 Surabaya Gelar Tari Remo Massal

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Kemajuan zaman yang begitu cepat membawa pengaruh terhadap eksistensi seni tradisional Indonesia. Salah satunya adalah tarian tradisional, sebab ada begitu banyak tarian modern yang lebih eksis di kalangan milenial saat ini.

Untuk itu menyelamatkan kesenian tradisional, sebanyak 350 siswa, guru dan karyawan SMPN 28 Surabaya melakukan tari tradisional Remo massal di akses jalan Lidah Kulon, Surabaya, Senin (29/7/2019).

"Keprihatinan kami budaya dari luar seperti K-Pop, dance yang viral, yang anak-anak SMP sangat bangganya menarikan itu. Sebab itu, sejak 2018-2019 anak-anak kita wajibkan untuk bisa nari Remo. Hasilnya kita pertunjukkan di masyarakat seperti sekarang ini," ungkap Kepala Sekolah SMPN 28 Surabaya, Triworo Parnoningrum.

Meskipun berhasil menampilkan tarian massal dihadapan warga, namun ia melihat ada kesulitan besar untuk dapat tampil tanpa canggung.

Walau tampak agak canggung, namun tak membuat warga yang menonton kecewa. Bahkan, tampak ada beberapa warga yang ikut bergabung menari bersama.

Dengan aksi ini, Triworo berharap, agar seluruh warga, utamanya kalangan usia milenial dapat mengenal dan tetap melestarikan kebudayaan asli Indonesia.

Anita, salah satu warga yang menyaksikan acara itu mengaku bangga dan senang dengan kegiatan ini karena memberi edukasi kepada anak muda terkait budaya bangsa.

“Sekolah itu ya seperti ini. Memberi ruang ekspresi bagi siswanya. Kalau belajar terus ya jenuh. Ini bagus," ujarnya. (ais)

SMPN 28 Surabaya Budaya Tari Remo