Pemprov Jatim Berikan Dana Santunan Bagi Korban Bom Surabaya

josstoday.com

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan korban bom Surabaya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/5/2019). (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi memberikan dana santunan kepada korban bom Surabaya yang terjadi pada 13 Mei 2018 lalu. Pemberian ini dilakukan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Gubernur yang akrab disapa Khofifah itu menjelaskan, jika pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah kepada korban bencana.

"Ini bagaimana sambung rasa kami dengan keluarga korban. Tentu bangsa dan pemerintah ingin tetap hadir dan memperi perlindungan bagi warga bangsanya," katanya saat ditemui usai acara.

Selain memberikan santunan dana, Pemprov Jatim juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar ada pengawalan psikososial terapi kepada korban untuk menguatkan mental dan menumbuhkan semangat korban.

Dengan ini, jelas Khofifah, akan tumbuh rasa kebersamaan, rasa saling menghormati antar sesama masyarakat. Sehingga, ancaman-ancaman yang dapat membahayakan nyawa masyarakat akan hilang.

Sementara itu, Kepala Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suryo menjelaskan, jika pemberian dana santunan ini merupakan amanat Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban untuk memberikan perlindungan dan hak-hak lain kepada saksi dan korban. Di mana, pemberian sana diberikan dari uang negara.

Hasto mengatakan, dana santunan ini diberikan kepada 16 korban bom dengan total uang santunan Rp 1,1 miliar. "Santunannya beda-beda tergantung kerugian masing-masing, mulai dari Rp 20 juta-Rp 600 juta," katanya.

Selain itu, lanjut Hasto, jika LPSK juga telah melakukan apa yang telah diharapkan Pemprov Jatim yakni perlindungan medis, serta perlindungan psikologi. (ais)

 

Pemprov Jatim Gubernur Jatim Khofifah LPSK Bom Surabaya