KPK Harap Pansel Pimpinan Segera Dibentuk Presiden

josstoday.com

JOSSTODAY.COM -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut bakal segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK Jilid V. KPK menilai pembentukan Pansel memang seharusnya segera dilakukan agar proses seleksi dapat segera berjalan menjaring calon-calon pemimpin Lembaga Antikorupsi untuk periode 2019-2023.

"Untuk seleksi pimpinan KPK, saya belum dapat informasi itu dan kalau kita baca pihak presiden kan akan dibentuk pansel, saya kira bagus, memang sebaiknya pansel segera dibentuk sesuai rencana yang disampaikan Presiden juga," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Diketahui, masa tugas Agus Rahardjo Cs atau Pimpinan KPK Jilid IV akan berakhir pada Desember 2019. Untuk itu, pembentukan Pansel Pimpinan KPK Jilid V penting dilakukan segera. Hal ini lantaran proses seleksi pimpinan membutuhkan waktu yang panjang.

"Karena proses seleksi pimpinan KPK ini butuh waktu ya, ada tahapan yang harus dilalui," kata Febri.

Pasal 30 Ayat (3) UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK menyebutkan Pansel Pimpinan KPK terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat. Secara kelembagaan, KPK berharap Pansel Pimpinan dapat bekerja profesional dan berintegritas hingga menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas dan berintegritas untuk dipilih DPR nantinya.

"Karena hasil seleksi Presiden akan dibawa ke DPR dan dipilih lima orang yang akan memimpin KPK 4 tahun ke depan," harap Febri Diansyah.

Sementara itu, Wadah Pegawai (WP) KPK meyakini pemerintah akan memilih orang-orang yang selama ini dikenal masyarakat sebagai tokoh berintegritas dan antikorupsi. WP KPK berharap siapapun yang dipilih Presiden sebagai Pansel dapat bekerja secara transparan untuk menyeleksi calon pimpinan Lembaga Antikorupsi.


"Wadah Pegawai KPK berharap siapapun yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjadi panitia seleksi calon pimpinan KPK akan transparan dalam menjalankan tugasnya untuk menyeleksi calon pimpinan KPK yang akan dipilih oleh DPR," kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo dalam keterangan persnya.

Yudi mengatakan, salah satu bentuk transparansi tersebut yakni dengan membuka akses yang luas bagi keterlibatan masyarakat dalam proses seleksi. Tak hanya dalam proses pendaftaran, tapi juga hingga proses nama-nama calon diserahkan kepada Presiden.

"Sehingga anggota Pansel mau mendengarkan setiap masukan masyarakat terkait calon yang akan mendaftar," kata Yudi Purnomo.

Yudi mengakui beratnya tugas Pansel KPK dalam menyeleksi calon pemimpin Lembaga Antikorupsi yang akan memimpin sekitar 1.500-an pegawai KPK untuk memberantas korupsi di negeri ini sesuai harapan rakyat. Apalagi, pimpinan KPK jilid V diharapkan dapat menorehkan prestasi yang lebih baik ketimbang pimpinan KPK periode sebelumnya. Untuk itu, WP KPK berharap Pansel tidak hanya menunggu pendaftar.

"Tetapi juga mau menjemput bola terhadap tokoh nasional, kaum profesional maupun akademisi kampus yang dianggap mumpuni dan kredibel menjadi pimpinan KPK," katanya.

Yang tak kalah pentingnya, kata Yudi, pihaknya berharap Pansel Pimpinan KPK harus secara ketat mencermati dan mempelajari rekam jejak setiap pendaftar calon pimpinan KPK. Hal ini untuk memastikan calon yang lolos seleksi nantinya tidak ada yang pernah melakukan perbuatan tercela, jujur, memiliki integritas dan moral yang tinggi, memiliki reputasi yang baik serta independen dari pengaruh siapapun.

"Hal ini perlu menjadi perhatian serius Pansel KPK agar ketika pimpinan KPK yang terpilih nanti siap menghadapi serangan balik koruptor dari para koruptor. Sehingga tidak ada permasalahan yang bisa dicari dari mereka sekecil apapun yang bisa menjatuhkan kredibilitas dan integritas mereka yang bisa menghambat upaya pemberantasan korupsi di negeri ini," tambah udi Purnomo. (is/b1)

KPK