Dispendik Jatim Tak Gunakan Sistem Zonasi Baru Di PPDB 2019

josstoday.com

Kepala Dispendik Jatim, Saiful Rachman saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (2/5/2019). (josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM – Dinas Pendidikan Jawa Timur memastikan tidak akan menggunakan sistem zonasi baru pada Penerimaan Perserta DIdik Baru (PPBD) 2019.

Kepala Dispendik Jatim, Saiful Rachman mengatakan, jika dari sistem yang baru dan tertuang dalam Permendagri nomot 51 tahun 2018. Di mana, ada perbandingan angka 90 persen pendaftar dalam zonasi, sementara lima persen untuk siswa prestasi, dan lima persen lagi untuk siswa pindahan dari luar zona.

Namun, untuk Jawa Timur, kata Saiful, jika sistem zonasi yang baru ini balum bisa diterapkan karena fasilitas dari setiap sekolah yang belum merata.

Selain itu, ia mengungkapkan jika penerapan itu dilakukan akan menyulitkan karena semua calon siswa baru tidak bisa mendaftar ke sekolah di luar zona. Dengan artian, pada sistem ini jarak antara sekolah dengan tempat tinggal menjadi acuan utama.

"Kalau 90 persen sangat menyulitkan, karena kurang ada pemerataan pada anak-anak kita yang mampu, dan yang ingin mendapatkan fasilitas baik," ujar Saiful saat ditemui usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (2/5/2019). 

Karena itu, ia menegaskan jika Jawa Timur tetap menggunakan sistem yang lama dengan perbandingan 70 persen untuk pendaftar zonasi, lima persen untuk jalur prestasi, lima persen bagi siswa berprestasi, lima persen bagi siswa pindahan, dan 20 persen bagi anak dari keluarga kurang mampu. 

“Di antara 20 persen (kuota untuk anak keluarga kurang mampu) itu, ada lima persen kuota untuk putra-putri buruh yang tidak mampu. Sisanya, 70 persen itu akan fight secara online berdasarkan nilai ujian nasional,” pungkasnya. (ais)

 

PPDB Dispendik Jawa Timur Zonasi