Kalahkan Mono Vampire, CLS Buka Asa Menuju Final ABL 2019

josstoday.com

Point guard CLS Knights Indonesia, Douglas Herring (ungu) menerobos pertahanan Mono Vampire dalam babak semifinal ABL 2018-2019 di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (21/4/2019). (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - CLS Knights Indonesia membuka asa untuk dapat lolos ke babak final Asean Basketball League (ABL) 2018-2019, setelah berhasil mengalahkan Mono Vampire pada leg pertama babak semifinal dengan skor 86-77 di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (21/4/2019).

Tampil di laga semifinal, kedua tim bermain langsung dengan tempo tinggi untuk bisa mencuri poin banyak di awal. Namun, kedua tim juga tampil dengan pertahanan yang baik sehingga cukup sulit untuk mencetak poin. Aksi saling balas serangan pun ditampilkan oleh kedua tim. Di bawah komando point guard Douglas Herring Jr, CLS tampil dengan mengandalkan serangan tiga angka. Sementara tim tamu, lebih banyak memanfaatkan peran big man di bawah paint area CLS.

Di kuarter kedua, permainan masih begitu ketat dengan terjadinya jual beli serangan. Namun pada di menit-menit pertama, jalannya pertandingan berhasil dikuasai oleh Mono Vampire. Hal itu berkat penampilan agresif Frederick Lish yang tampil dominan dengan tembakan tiga poinnya. Namun, Maxie Esho dkk tak tinggal diam dengan melakukan serangan balasan. Akhirnya, skor imbang 40-40 menutup kuarter kedua.

Usai turun minum CLS tampil menggila dihadapan ribuan pendukungnya. Kekompakan tampak terlihat dalam hal melakukan serangan maupun bertahan. Sempat kesulitan di awal kuarter ketiga untuk mencetak angka, CLS melakukan variasi serangan yang berbeda yang membuat lawan kesulitan menghentikan pergerakan pemain-pemain CLS.

Doglas Herring yang jadi motor permainan CLS berhasil memaksa pemain-pemain lawan untuk lebih fokus menjaga pergerakannya. Akhirnya, pemain CLS lainnya mendapat ruang untuk mencetak poin.

"Kunci kemenangan hari ini di kuarter ketiga. Kita main lepas, pertahanan dan serangan kita sangat baik. Ini yang membuat grafik kita meningkat," ungkap pelatih CLS, Brian Rowsom.

Di kuarter akhir, CLS masih terus mendominasi permainan. Bahkan, pertandingan semakin panas karena ada beberapa gesekan yang membuat pemain beradu argumen. Tak hanya pemain, suporter CLS pun terlibat adu argumen dengan Romeo Travis. Karena itu, permainan Mono menurun karena kehilangan fokus. Akhirnya, bola lepas i tu dimanfaatkan CLS menjadi poin.

Sayang di dua menit terakhir, pemain-pemain lokal seperti Bima Riski, Katon Aji, Moh Saroni, Jan Misael membuang kesempatan yang diberi pelatih Brian Rowsom. Tercatat, keempatnya hanya tampil sembilan detik karena penampilan yang buruk. Bahkan, harus kebobolan enam angka.

Karena itu, CLS kembali memasukkan skuad utamanya yang kembali mendominasi permainan. Akhirnya, CLS menutup pertandingan dengan skor 86-77.

Melihat hasil ini, lagi-lagi Brian Rowsom memberi kredit poin khusus kepada Douglas Herring yang bermain begitu tenang meskipun mendapat tekanan dari lawan.

Namun, melihat permainan tadi ia mengaku akan menyiapkan strategi baru untuk bisa tetap mendominasi permainan. "Iya dia memang kunci permainan sehingga mendapat pressure lawan. Ini membuat (peran) Arif Hidayat dan Wong Wei Long sangat penting. Mereka harus bergantian masuk. Karena itu, besok (leg kedua) kita harus merubah strategi," aku Brian.

Selain itu, lanjut Brian, pertandingan di leg kedua nanti akan lebih berat mengingat penampilan agresif dan dominasi pemain-pemain asing yang cukup baik pada pertandingan ini.

Dalam pertandingan ini, kapten CLS Maxie Esho tampil mendominasi perolehan angka dengan total raihan 21 poin dan tujuh rebound. Diikuti oleh Brandon Jawato dengan 18 poin, dan Douglas Herring dengan 13 poin. Sedangkan di kubu lawan, Romeo Travis mencetak 16 poin dan 13 rebound. (ais)

ABL 2018 CLS Knights Indonesia Mono Vampire