Enam Kapal Ikan Asing Ditangkap di Perairan Natuna dan Selat Malaka

josstoday.com

Ilustrasi

JOSSTODAY.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal ikan asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). Dua kapal ikan berbendera Vietnam dan dua kapal berbendera Malaysia ditangkap oleh dua kapal pengawas perikanan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara dan ZEEI Selat Malaka, Selasa (9/4/2019).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman, mengungkapkan, enam kapal tersebut ditangkap tanpa dokumen perizinan dari pemerintah Indonesia serta menggunakan alat tangkap yang dilarang, yakni trawl.

"KP Hiu Macan 01 yang dinakhodai Kapten Samson menangkap empat kapal sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan," tutur Agus Suherman.

Keempat kapal tersebut, yaitu BV 4939 TS, BV 5156 TS, BV 93817 TS, dan BV 93816 TS. "Dalam penangkapan tersebut juga diamankan 24 orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam," ungkap Agus Suherman. Selanjutnya kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak Kalimantan Barat untuk proses hukum.

Agus Suherman menambahkan, dua kapal Malaysia, yakni KM PKFA 8888 (berbobot 61,70 gross ton/GT) dan PKF 7878 (67,63 GT) ditangkap oleh KP Hiu Macan Tutul 002 yang dinakhodai Ilman Rustam di ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 15.00 WIB. Dua kapal beserta sembilan awak kapal berkewarganegaraan Myanmar dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau.

Kapal-kapal ikan asing tersebut diduga melanggar UU 31/2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU 45/2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Tangkapan terbaru ini menambah deretan kapal ikan ilegal yang telah ditangkap sebelumnya oleh armada Kapal Pengawas Perikanan KKP. Sejak Januari hingga 9 April 2019, KKP telah menangkap 38 kapal ikan ilegal, yang terdiri dari 28 kapal ikan asing (KIA) dan 10 kapal ikan Indonesia (KII).

"Dari sejumlah kapal ilegal asing yang ditangkap tersebut, 15 kapal berbendera Vietnam dan 13 kapal lainnya berbendera Malaysia," ungkap Agus Suherman. (is/b1)

Kapal Asing pencurian ikan