Kalah 1-2, Tim Sepak Bola Jatim Akui Keperkasaan MU

josstoday.com

Pelatih sepak bola Jatim, Rudy William Keltjes. (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - Tim sepak bola Jawa Timur proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua harus mengakui keunggulan Madura United, setelah dipaksa kalah dengan skor 1-2 dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (24/3/2019).

Tim PON yang bisa dikatakan kalah segalanya dari MU yang dipenuhi pemain Timnas Indonesia dan pemain asing, sejak awal terus tampil tertekan. Berkali-kali Zah Rahan dkk sukses memberi ancaman di muka gawang tim Jatim.

Hingga akhirnya di menit ke-30, striker Alberto Goncalves harus dilanggar di kotak pinalti. Tampil sebagai algojo, Beto sukses menjebloskan bola.

Kebobolan, permainan tim PON tampak tak ada perkembangan. Berkali-kali salah passing terjadi, kemudian tak ada cover dari pemain lain ketika menguasai bola. Alhasil, pemain MU lebih leluasa menguasai permainan.

Di babak kedua, permainan tim PON mulai tampak ada peningkatan. Anak asuh Rudy William Keltjes tampil berani melakukan pressing ketat kepada pemain lawan. Tak hanya itu, sesekali permainan wall pass ditampilkan. Hingga akhirnya, di pertengahan babak terjadi screamage di kotak pinalti MU. Rendika Rama yang terpeleset tidak sengaja memegang bola, yang membuahkan hadiah penalti. Faisol yang dipilih sebagai eksekutor berhasil melakukan tugasnya dengan baik.

Skor imbang membuat tim PON lebih percaya diri untuk tampil menyerang. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengancam gawang MU, namun sesekali gagal karena kesalahpahaman antar pemain. Di sisi lain, pemain MU lebih tertekan karena Zah Rahan yang menjadi motor serangan dapat dimatikan oleh pemain-pemaib PON Jatim.

Sayang, di akhir babak kedua tim PON lengah dalam menjaga pergerakan Beto di kotak pinalti yang membuahkan gol kemenangan bagi MU.

"Anak-anak masih demam lawan tim dengan nama besar. Masih ciut nyalinya. Tapi, ketika masuk babak kedua sudah mulai berani untuk tampil menekan. Yang saya senang, mereka bisa menjalankan taktik saya sehingga babak kedua tim lawan kesulitan melawan pertahanan kita," kata Rudy Keltjes.

Selain itu, Rudy mengaku, jika kondisi fisik masih menjadi kendala karena ada beberapa pemain yang tampak cepat kelelahan. Hal itu, menyebabkan kepada transisi dari bertahan ke menyerang menjadi agak lemah.

"Di sisi lain, saat posisi transisi ke menyerang anak-anak ini kurang cepat ambil keputusan. Padahal, ada ruang kosong yang bisa dimanfaatkan," aku Rudy.

Meski gagal, ia mengaku senang karena dalam dua pertandingan uji coba ini timnya sudah menunjukkan permainan yang cukup baik. (ais)

Sepak Bola PON Madura United MU