Temui Jokowi di Istana, Arum Sabil: Ada 11 Poin Aspirasi APTRI

josstoday.com

HM Arum Sabil menggenggam erat tangan Presiden Joko Widodo seusai pertemuan, Selasa, (6/3/2019). (Ist)

JOSSTODAY.COM - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Selasa, (05/03/2019),  memimpin delegasi menemui Presiden Joko Widodo di Istana Jakarta.

"Ada 11 poin yang kami diskusikan dengan Bapak Presiden dalam pertemuan silaturahmi beliau dengan perwakilan petani tebu se-Indonesia, yang akan segera ditindaklanjuti," papar HM Arum Sabil, dalam pernyataan seusai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, ikut mendampingi presiden, menteri pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresidenan Moledoko.

Berikut adalah penjelasan lengkap HM Arum Sabil,  atas poin aspirasi petani tebu dan tanggapan Presiden Joko Widodo:

PERTEMUAN SILATURAHIM PERWAKILAN PETANI TEBU SE-INDONESIA BERSAMA PRESIDEN RI

Jakarta, Selasa, 05 Maret 2019

Diskusi ringan, santai dan penuh keakraban antara Perwakilan Petani Tebu Se-Indonesia bersama Bapak Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) didampingi Bpk. Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian dan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, S.IP., Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Fokus membahas 11 (Sebelas) Point Usulan Petani Tebu yang dirangkum oleh ASOSIASI PETANI TEBU RAKYAT INDONESIA adalah sebagai berikut;

1. Kepastian Nilai Pembelian Gula Petani agar ditetapkan H-3 bulan sebelum
Petani Tebu Panen/Pabrik Gula Giling.

2. Besarnya Nilai Pembelian Gula Petani mengacu dari hasil Survey Team Independent dari Kalangan Akademisi dan Peneliti yang ditugasi pemerintah seperti tahun-tahun sebelumya.

3. Sistem Penyaluran Pupuk Bersubsidi kepada Petani Tebu agar dikembalikan kepada Sistem Skema Kusus, yaitu penyaluran dari Pabrik Pupuk langsung ke Koperasi Petani Tebu dengan Pabrik Gula sebagai Avalis, agar Sinergi Administrasi dalam kontrol dan pengawasan penyaluran tepat sasaran pengguna dan tepat jumlah serta tepat waktu penyaluran.

4. Agar ditertimbangkan kembali dampak, manfaat dan mudaratnya atas Penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Kredit Petani Tebu dengan batasan kepemilikan 2 ha

5. Pendirian Pabrik Gula Baru yang terindikasi hanya sebagai Kedok untuk melakukan Impor Gula Mentah (Raw Sugar)sebagai bahan bakunya agar ditutup.

6. Ijin Impor Raw Sugar dengan alasan Idle capacity hanya bisa diberikan kepada pabrik-pabrik gula yang bahan baku tebunya dari hasil tanam sendiri atau bermitra dengan petani mencapai minimal 80% dari kapasitas terpasang pabriknya.

7. Ijin Impor Raw Sugar untuk Industri Gula Rafinasi diberikan bukan berdasarkan Kapasitas Terpasang Pabrik tetapi harus berdasarkan Kebutuhan Industri Pengguna dalam Negeri.

8. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3gi) agar diberdayakan dan dimaksimalkan fungsinya.

9. Program Revitalisasi Pabrik Gula dan Revitalisasi Tanaman Tebu harus seiring dan sejalan.

10. Badan Koordinasi Tentang Pergulaan Nasional dengan semua pihak terkait perlu dihidupkan kembali seperti DEWAN GULA INDONESIA (DGI) yg telah dibubarkan oleh pemerintah.

11. Penegakan hukum yang berefek jera terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan Tataniaga Gula

Kesimpulan dari hasil pertemuan tersebut Bapak Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, menyatakan akan segera menindaklanjuti untuk membuat Keputusan Kebijakan Pergulaan Nasional yang bisa melindungi kepentingan petani sebagai Produsen dan masyarakat pengguna sebagai Konsumen dengan pertimbangan 11 (sebelas) point usulan Perwakilan Petani Tebu Se-Indonesia.

SALAM HORMAT

HM ARUM SABIL
Ketua Dewan Pembina DPP APTRI

 

Jokowi Arum Sabil APTRI gula petani tebu