UNAIR Gelar Sosialisasi Pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN 2019

josstoday.com

Rektor UNAIR, Prof Mohammad Nasih. (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru SNMPTN dan SBMPTN di Aula Garuda Mukti Gedung Rektorat UNAIR, Surabaya, Senin (11/2/2019). Di mana, acara ini sendiri diikuti oleh ratusan kepala sekolah se-Jawa Timur.

Kegiatan ini sendiri dilakukan agar dapat memberi pemahaman terkait proses penerimaan di dua jalur itu. Sebab, ada beberapa yang dinilai perlu perhatian khusus. Seperti perangkingan sekolah, proses pendaftaran, jumlah kuota di masing-masing prodi, dan lainnya.

"Harapannya adalah kawan-kawan di sekolah paham benar bagaimana mekanisme pengambilan keputusan masuk tidak masuk dan lain-lain itu, sehingga nanti hasilnya apapun bisa dipahami. Karena, selama ini kan masih banyak pertanyaan orang yang perasaannya rangking satu gak diterima sedangkan ranking sekian malah diterima, sehingga memunculkan fitnah ini itu. Nah ini sekarang kita coba jelaskan bahwa ada berapa mekanisme yang yang mesti dipahami bahwa kita punya formula-formula yang akan sangat menentukan," kata Rektor UNAIR, Prof Mohammad Nasih, saat ditemui usai acara.

Selain itu, ia juga memberikan beberapa rekomendasi sekolah agar dapat menyusun strategi dengan baik kala mendaftarkan siswanya. Sebab, berdasar pengalaman banyak siswa yang mendaftar lintas bidang. Seperti anak IPA yang mendaftar masuk di Ilmu Komunikasi dsb.

Serta, sudah bisa dimulai menghitung peluang berdasar nilai siswa semester 1-5. Karena, ada beberapa prodi yang menerima siswa dengan rangking 1-3 ada pula yang lebih.

"Kita berharap kawan-kawan di sekolah nanti akan bisa mengatur strategi untuk bisa mendorong siswa-siswinya itu bisa memenuhi harapannya. Jadi kalau semuanya daftar di FK kan harus diatur mana yang lewat Mandiri, lewat SBMPTN, dan mana Lewat SNMPTN. Kita pengen mereka yang memang terbaik sesuai dengan jurusan masing-masing," jelasnya.

Selain itu, Rektor yang akrab disapa Nasih itu mengatakan, jika pada tahun ini ada penambahan kuota 350 menjadi 5485, dari 5125 kuota di tahun 2018. Di mana, beberapa kuota tambahan itu dialokasikan di Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, prodi Hukum, prodi Gizi, dan beberapa prodi lainnya.

Ia menjelaskan, penambahan kuota ini berdasarkan beberapa hal. Di antaranya karena mahasiswa terlalu sedikit di tahun 2018, kemampuan fasilitas pembelajaran, peminat yang besar.

Sementara untuk SBMPTN, Nasih menjelaskan jika tidak ada perubahan yang signifikan. Di mana, pada SBMPTN siswa hanya akan diberi tes tamabahan yakni menulis essai. (ais)

SNMPTN SBMPTN UNAIR