RSGM UNAIR Buka Jasa Bedah Ortognatik

josstoday.com

Direktur RSGM UNAIR, Prof Coen Pramono, saat menjelaskan terkait Bedah Ortognatik di RSGM, Surabaya, Jumat (11/1/2019). (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk pertama kalinya menjadi RS berlatar belakang kampus yang membuka jasa Bedah Ortognatik. Bahkan, RSGM telah berhasil melakukan operasi perdana.

Bedah ini merupakan proses operasi untuk memperbaiki tata letak rahang atas dan bawah akibat kelainan skeletal yang menyebabkan terjadinya gigi berdesakan, tumpang tindih, bengkok, serta tumor pada rahang.

Direktur RSGM, Prof Coen Pramono mengataka , jika pembukaan Bedah Ortogantik sangat penting karena sangat langkanya penyakit ini di Asia. Sehingga, keberadaan Bedah Ortognatik juga langka.

Ia menjelaskan, langkanya penyakit ini karena faktor rahang orang Asia yang lebih sempurna daripada orang Eropa.

"Kalau di kita (Indonesia) sangat jarang karena tipe mrongos-mrongosnya (tonggosnya) atas bawah, jadi dicabut gigi belakang selesai," jelasnya saat ditemui di Ruang Klinik Terpadu RSGM, Surabaya, Jumat (11/1/2019).

"Selain faktor penyakit yang langka, biayanya juga sangat mahal yang turut membuat operasi ini sangat langka," imbuhnya.

Dengan bedah ini, ia menjelaskan jika tim dokter hanya melakukan penyempurnaan tata letak rahang dengan cara yang begitu rumit.

Para pasien pun diharuskan melakukan berbagai rangkaian sebelum bedah dilakukan. Seperti observasi, dan pembenaran terhadap gigi dan penghitungan lokasi yang pas penempelan rahang dengan tulang. "Jadi yang susah itu bentuk anatominya, soalnya kebanyakan rahang mletot-mletot (tidak lurus)," jelasnya.

Ia pun mengatakan, jika operasi membutuhkan waktu 5-6 jam, dengan masa pemulihan selama 1.5-3 bulan. Harga yang dipatok satu paket mulai tahapan operasi, penginapan, obat bisa mencapai ratusan juta rupiah. (ais)

UNAIR RSGM Bedah Ortognatik