Menag Ingatkan ASN Kembali Jalankan Misi Mulia

josstoday.com

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin saat memberi pengaraha di Hotel Utami, Sidoarjo, Senin (31/12/2018). (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - Menutup tahun 2018, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama untuk tetap teguh menjalankan amanah besar.

Hal itu, kata Lukman (begitu kerap disapa), agar semua ASN dapat melayani semua orang dari agama apapun itu dengan cara yang santun, dengan harapan dapat memyejukkan suasana hubungan umat beragama di Indonesia.

"Saya ingin menyegarkan ingatan kita bersama. Apa misi yang harus di terapkan ASN. Saya ingin membawa kita semua meneguhkan diri, bahwa institusi kita konteksnya ke Indonsiaan. Meski kita berpenduduk muslim terbesar di dunia, tapi kita bukan negara Islam," ungkap Lukman Hakim Saifuddin dihadapan ASN Kanwil Kemenag Provinsi Jaim, Sidoarjo, Senin (31/12/2018).

Menag menjelaskan agama harus dimengerti dengan baik, itulah kenapa moderasi bergama diusung karena agama sudah moderat tidak esktrim.

"Persoalan bagaimana kita memahami maupun mengamalkan agama, disinilah terbuka muncul pada ekstrimitas. Oleh karena itu, tugas ASN harus merangkul dan mengajak mereka (ekstrimis) kembali ke Islam Wasathy moderasi lawan dari ekstrimitas," paparnya.

Ia menuturkan bahwa semua agama yang ada saat ini rujukan sumber utamanya kita suci brbentuk teks. Dalam memahami teks agama saat ini terjadi kecenderungan terpolarisasinya pemeluk agama dalam dua kutub ekstrem.

Karenanya, Menag mengajak semua elemen masyarakat, tidak hanya ASN untuk menjadi pengayom. Ini diperlukan kesabaran, sebab Rosul tidak pernah memaksakan dan itu yang harus diterapkan.

"Kalau kita tidak bisa memberikan pencerahan setidaknya ASN Kemenag juga tidak bikin kegaduhan. Kalau tidak tahu tanya kepada orang yang lebih paham. Harus Tabayun klarifikasi. Bukan klarifikasi ke sembarang orang, tapi benar-benar orang yang paham", jelasnya.

"Tuhan itu tidak membeda bedakan, baik warna kulitnya, agamanya semuanya sama. Pada diri manusia ada bagian dari tuhan, poinnya ada diri setiap manusia ada tuhan. Agama hadir untuk menjaga harkat dan martabat, tidak ada alasan kita untuk merendahkan setiap manusia," pungkasnya. (ais)

Kemenag Lukman Hakim Saifuddin