Scream Fest 2018: Sensasi Berbeda Menonton Film Horor di Keong Emas

josstoday.com

Suasana Scream Festival Indonesia, di mana pengunjung sedang mengambil foto dengan karakter hantu ikonik Indonesia.

JOSSTODAY.COM - Sosok hantu dengan kepala terputus tiba-tiba mendatangi satu persatu penonton yang tengah tegang menyaksikan film Danur, di IMAX Keong Emas, Minggu (16/12) malam. Sontak terkejut, suara keras teriakan penonton pun membuat suasana ruang bioskop semakin mencekam.

Itulah sensasi berbeda penuh ketegangan yang ditawarkan Keong Emas dan PT Media 8 dalam Scream Festival Indonesia 2018. Konon, festival ini merupakan ajang pemutaran film khusus horor di Indonesia, yang dihelat selama 17 hari, mulai dari 16 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Saat ditemui SP, Direktur PT Media 8, selaku penyelenggara Scream Festival Indonesia, Amirullah pun bercerita, awal mula ide terselenggaranya festival ini salah satunya karena melihat pasar film horor tengah digemari masyarakat.

Semisal, sejak 2017 pasar horor meningkat dengan hadirnya film garapan Joko Anwar, Pengabdi Setan, dengan 4,2 juta penonton. Kemudian, disusul oleh Danur: I Can See Ghosts, sebuah kisah buku karangan Risa Saraswati, mencapai 2,7 juta penonton. Sedangkan di 2018, tedapat dua film horor yang menempati posisi tiga tertinggi di box office Indonesia, yaitu Suzzanna dan Danur 2.

“Kami melihat, di tengah potensi film horor Indonesia yang tinggi tetapi ternyata para pencinta film horor di ibu kota belum terakomodasi dari sisi hiburan. Melihat hal itu, kita akhirnya menciptakan sebuah event dengan kegiatan dengan serba-serbi horor menarik, yang memberikan pengalaman tak terlupakan untuk mengisi waktu liburan di akhir tahun ini,” jelasnya.

Belasan film horor Indonesia yang tayang dalam periode 2017 dan 2018 yang dihadirkan antara lain, Danur, Nini Thowok, 7 Bidadari, The Promise, Sajen, Keluarga Tak Kasat Mata, The Returning, Ghost Diary, Ular Tangga, Alas Patih, Sumiati, dan Jangan Dengerin Sendiri. Jadwal pemutaran sehari tiga kali pertunjukan, yaitu pada pukul 17.00, 18.45, dan 21.00 WIB.

“Hal yang membuat pemutaran film horor ini berbeda adalah karena penayangan film ini di IMAX Keong Emas yang memiliki layar tiga kali besarnya dibanding bioskop konvensional. Tentu, akan memberikan pengalaman lebih menantang, terlebih kami juga siapkan kejutan saat pemutaran film berlangsung. Jadi horornya bisa dirasakan secara langsung,” ungkapnya dengan semangat.

Ungkapan tersebut pun diamini oleh Manajer IMAX Keong Emas, Ery Subada. Dirinya meneruskan, festival ini diadakan untuk menyambut era industri 4.0 dan pengembangan dunia digital di Indonesia yang disebut Digital Ecosystem.

Untuk itu, IMAX Keong Emas berusaha terus meningkatkan diri dengan menawarkan sebuah teknologi baru yang dibawa langsung dari Jepang. Sehingga, kini teater IMAX bisa menayangkan berbagai film bioskop, bahkan digunakan publik untuk seminar, wisuda, dan acara keagamaan.

“Ini suatu trobosan baru. Kami membuat Scream Festival ini sebagai perwujudan bahwa, Keong Emas bisa menjadi tempat edukasi di siang hari, dan sarana hiburan di malam harinya. Pun tema yang diangkat tentang horor, festival ini telah kami godok sedemikian rupa, sehingga bisa dinikmati untuk semua kalangan,” jelasnya.

Murah Meriah
Bagi yang penasaran, untuk mendatangi kawasan Scream Festival Indonesia ini tidak dipungut biaya tambahan setelah membeli tiket masuk TMII. Karena, selain memutar film-film horor nasional yang dibandrol dengan harga tiket sekitar Rp 35.000, pengunjung juga bisa merasakan suasana di area sekitar Teater Keong Emas juga menampilkan aneka atraksi kreativitas bertema horor secara gratis, bahkan berhadiah.

“Kami berharap dengan adanya festival ini, pengunjung Keong Emas bisa meningkat. Jika tiap harinya sebanyak 5.000 kunjungan, maka minggu menjelang akhir tahun ini, kunjungan bisa mencapai 6.000 sampai 7.000 per hari,” terangnya.

Salah satu atraksinya adalah foto bersama karakter hantu-hantu Indonesia yang diramaikan oleh komunitas Kotu Art. Foto-foto terbaik dari pengunjung yang telah diunggah ke sosial media, akan mendapatkan hadiah senilai ratusan ribu rupiah.

Bagi yang tidak puas, dan ingin ketegangan yang lebih, festival ini juga menghadirkan sebuah wahana yang siap menguji adrenaline pengunjung. Wahana itu dinamakan Panic Room Mussmulator.

Berbeda dari wahana rumah hantu umumnya, dengan mengeluarkan kocek senilai Rp 25.000, pengunjung akan dibawa berpetualang menggunakan mobil mussmulator, dengan kengerian yang ditimbulkan dari efek digital dan juga secara langsung.

Kemudian yang terakhir, jika perut sudah lapar, terdapat berbagai bazar kuliner unik. Mulai dari Bakso Jenglot, Pecel Tanah Kuburan, Gorengan Kuntilanak, Lontong Pocong, Ceker Setan, dan masih banyak lainnya. Anehnya lagi, hanya ‘uang setan’ yang digunakan sebagai alat pembelian aneka jajanan ini.

Jadi pengunjung bisa menukarkan terlebih dahulu uang rupiahnya, sebelum menyantap nikmat jajanan dengan nama mengerikan itu. Harga ‘jajanan setan’ dibandrol dari harga Rp 7.000 saja. (gus/b1)

Scream Festival Indonesia