Bangun LRT Fase I, PMD Jakpro Dinaikkan Jadi Rp 10,9 Triliun

josstoday.com

Pekerja proyek LRT melaksanakan pekerjaan konstruksi fisik, Jakarta Utara di tengah kemacetan arus lalu lintas di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 25 Januari 2018

JOSSTODAY.COM - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan menerima penyertaan modal dasar (PMD) tahun anggaran 2018 sebesar Rp 2,3 triliun. PMD ini diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyelesaikan pembangunan kereta cepat ringan (light rail transit-LRT) fase I dan velodrome.

Namun pemberian PMD tersebut tidak bisa dilaksanakan karena akan menambah modal dasar PT Jakpro menjadi Rp 10,9 triliun. Padahal dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2014 tentang Peningkatan Modal Dasar PT Jakarta Propertindo, modal dasar PT Jakpro hanya boleh mencapai Rp 10 triliun saja.

Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat revisi perda tersebut. Sehingga modal dasar PT Jakpro dinaikkan menjadi Rp 10,9 triliun, agar dapat menerima PMD yang segera dicairkan akhir tahun ini.

Anies mengatakan, saat ini PMD dari Pemprov DKI yang sudah disetor kepada PT Jakpro sudah mencapai Rp 9.4 triliun. Jumlah modal disetor dan ditempatkan pada PT Jakpro diproyeksikan akan bertambah dan akan melebihi modal dasar.

Disebabkan PT Jakpro akan menerima PMD dari Pemprov DKI pada APBD DKI 2018 sebesar Rp 2,23 triliun. Modal ini digunakan untuk menyelesaikan tahap akhir pembangunan LRT Jakarta fase 1 dan velodrome. “Penambahan PMD tersebut akan berdampak pada nilai Modal Disetor Perusahaan menjadi sebesar Rp 10,9 triliun, sehingga modal disetor akan melebihi modal dasar, yang sebesar Rp 10 triliun,” kata Anies, Kamis (29/11).

Ditegaskannya, menaikkan modal dasar PT Jakpro dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi publik sekaligus mendukung pembangunan di DKI Jakarta. “Maka diperlukan percepatan pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT),” ujarnya.

Hingga sekarang ini, perkembangan pembangunan Proyek LRT Jakarta fase 1 Koridor Kelapa Gading- Velodrome, telah mencapai 91,16 persen dan diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada kuartal l pertama tahun 2019.

Untuk selanjutnya secara paralel dilanjutkan dengan persiapan pembangunan Fase 2 Koridor Velodrome - Dukuh Atas - Tanah Abang yang diasumsikan akan memerlukan biaya sebesar Rp 34 triliun.

Dalam mendukung mobilitas masyarakat dengan transportasi publik, PT Jakpro melalui proyek LRT Jakarta menargetkan pekerjaan sepanjang 60 km jalur LRT pada fase berikutnya hingga tahun 2022.

Hal ini dilakukan sesuai dengan trase indikatif LRT Jakarta yang tertuang didalam Keputusan Gubernur Nomor 1859 Tahun 2015 tentang Penetapan Rencana Jalur Indikatif Kereta Api Ringan/Light Rail Transit.

“Dapat saya sampaikan, untuk mendukung perkembangan usaha, BUMD membutuhkan dana yang lebih besar untuk memperkuat struktur modalnya. Untuk memberikan percepatan yang optimal kepada BUMD, salah satu sumber modal yang dapat diterima oleh BUMD yaitu Penyertaan Modal Daerah (PMD),” terangnya. (fa/b1)

proyek LRT pembangunan LRT