Dalam Bukti Rekaman Khashoggi, Kata “Bos” Diduga Merujuk Pangeran Mohammed

josstoday.com

Salah Khashoggi (kanan), putra dari mendiang wartawan Jamal Khashoggi, bersalaman dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, saat diundang ke Istana Yamama, di Riyadh, untuk menerima ucapan belasungkawa kerajaan atas kematian ayahnya.

JOSSTODAY.COM - Turki terus membeberkan sejumlah bukti yang merongrong penolakan awal Riyadh terhadap keterlibatannya dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Bahkan salah satu bukti rekaman suara dari salah seorang pembunuh, menyebut kata “Bos” yang diduga kuat mengacu pada Pangeran Mohammed bin Salman.

Seperti dilaporkan newyorktimes, Selasa (13/11), menurut tiga sumber yang paham soal rekaman pembunuhan Khashoggi milik intelijen Turki, ada suara seorang anggota tim pembunuh yang berkata kepada seorang atasannya lewat telepon: "Beri tahu bos Anda, pekerjaan sudah selesai".

Rekaman itu juga dibagikan bulan lalu kepada Direktur CIA, Gina Haspel. Bukti rekaman dipandang oleh para pejabat intelijen sebagai sejumlah bukti terkuat yang mengaitkan Pangeran Muhammad dengan pembunuhan Khashoggi, warga Virginia dan kolumnis Washington Post yang pembunuhannya memicu kecaman internasional.

Meskipun nama sang pangeran tidak disebutkan namanya, para pejabat intelijen Amerika percaya bahwa "bos Anda" adalah rujukan untuk Pangeran Mohammed.

Menurut sumber, suara itu berasal milik Maher Abdulaziz Mutreb, salah satu dari 15 orang Saudi yang dikirim ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul. Maher melakukan panggilan telepon dan berbicara dalam bahasa Arab.

Petugas intelijen Turki telah mengatakan kepada pejabat Amerika bahwa mereka percaya bahwa Mutreb, seorang petugas keamanan yang sering bepergian dengan Pangeran Mohammed, sedang berbicara dengan salah satu pembantu pangeran.

Saat terjemahan bahasa Arab mungkin berbeda, sumber penyidik menjelaskan, dari paanggilan lewat telepon tersebut, Mutreb juga mengatakan kepada pembantu pangeran soal efek dari perbuatan yang telah dilakukan.

“Panggilan telepon seperti itu hampir sama dengan bukti kuat sebagaimana yang Anda dapatkan. Ini bukti yang cukup memberatkan,” kata Bruce O. Riedel, mantan agen CIA yang kini bekerja di Brookings Institution. (gus/b1)

pembunuhan khashogi