Kasus PLTU Riau-1, Idrus Marham Akui Kenal Samin Tan

josstoday.com

Idrus Marham

JOSSTODAY.COM - Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengakui mengenal pengusaha tambang, Samin Tan. Meski demikian, Idrus mengklaim tidak mengenal dekat bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal yang telah dicegah KPK bepergian ke luar negeri itu.
"Tahu (kenal), tapi enggak dekat," kata Idrus di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/11).

Idrus yang juga mantan Menteri Sosial mengklaim tidak tahu-menahu peran Samin Tan terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1. Padahal, KPK pernah Samin Tan pernah diperiksa KPK sebagai saksi pada 13 September 2018 untuk mendalami hubungan atau kerja sama Idrus dengan Samin Tan yang disebut sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes tahun 2011. Idrus juga mengklaim tak tahu-menahu mengenai adanya aliran dana sebesar Rp 1 miliar dari Samin Tan kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih, yang juga tersangka kasus ini.

"Aduh saya enggak tahu. Tanya Eni dong," katanya.

KPK telah mencegah Samin Tan untuk berpergian ke luar negeri terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Pencegahan ini dilakukan lantaran Samin Tan diduga mengetahui soal sengkarut suap proyek PLTU.

"Ya jadi pencegahan ke luar negeri itu kami lakukan terhadap saksi karena kami butuh keterangannya terkait dengan salah satu proses yang tentu masih ada hubungannya dengan proyek PLTU Riau-1," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (8/11).

Tak hanya Samin Tan, KPK juga sudah mencegah seorang pengusaha swasta bernama Neni Afwani. Berdasarkan informasi, nama Neni pernah terpampang dalam struktur perusahaan Borneo Lumbung Energi & Metal sebagai direktur pada tahun 2013.

Nama Samin Tan sendiri mencuat dalam sidang perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu. Samin Tan disebut oleh saksi Tahta Maharaya pernah memberikan uang sebesar Rp1 miliar untuk anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih melalui stafnya. Uang yang dimasukan dalam sebuah tas dengan kode 'buah' itu diduga suap untuk memuluskan sebuah proyek

Diketahui, KPK menetapkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B Kotjo, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Suap ini diberikan agar Eni dan Idrus memuluskan perusahaan Kotjo untuk turut menggarap proyek PLTU Riau-1. (ba/b1)

kasus PLTU Riau-1