Operasi Pencarian Korban Lion Air Diperpanjang Sampai 10 November

josstoday.com

Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi meninggalkan lokasi Posko Terpadu JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara hendak bertolak menuju perairan Tanjung Karawang dengan menggunakan helikopter, Rabu pagi, 7 November 2018.

JOSSTODAY.COM - Setelah melakukan peninjauan ke perairan Tanjung Karawang menggunakan helikopter pada Rabu (7/11) siang, Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi akhirnya memutuskan bahwa operasi pencarian penumpang pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 PK-LQP JT-610 diperpanjang hingga Sabtu (10/11).

Hal itu disampaikan Syaugi saat menggelar konferensi pers dihadapan awak media yang berada di posko terpadu Basarnas di dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Perpanjangan operasi evakuasi korban penumpang SAR ini kita perpanjang tiga hari khususnya untuk tim dari Basarnas," ujar Syaugi.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bersama-sama evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP dengan kekompakan dan kegigihan meski banyak hambatan baik dari kondisi alam maupun teknis.

"Saya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada tim SAR gabungan, yang telah melaksanakan misi kemanusiaan ini," tambahnya.

Dalam waktu tiga hari ke depan, anggota Basarnas akan totalitas all out untuk menemukan potongan tubuh korban penumpang Lion Air secara tuntas. Sedangkan serpihan-serpihan badan pesawat lainnya akan diserahkan ke instansi terkait.

"Upaya utama kita mencari jenazah korban, untuk bagian blackboxCVR menjadi tanggung jawab BPPT dan KNKT. Posko kami (Basarnas) disini Pelabuhan Tanjung Priok tetap ada sampai 3 hari ke depan begitu juga di Tanjung Pakis. Saya mohon doa, agar korban yang belum ditemukan bisa ditemukan dalam operasi," ucap Syaugi.

Basarnas menyebutkan hingga tadi malam sudah ada 186 kantong jenazah korban penumpang pesawat

Sampai tadi malam ada 186 kantong jenazah penumpang Lion Air Boeing 737 Max 8 PK-LQP JT-610 yang sudah dikumpulkan sejak operasi pencarian pada hari kecelakaan pesawat tersebut pada Senin, 29 Oktober 2018.

"Pasti akan terus bertambah jumlahnya (kantong jenazah penumpang), kami mohon doanya," tutup Syaugi. (gus/b1)

Pesawat Lion Air jatuh pencarian korban lion air