Hari Pertama Operasi Zebra, Polisi Tilang 6.896 Pelanggar Lalu Lintas

josstoday.com

Ilustrasi Operasi Zebra

JOSSTODAY.COM - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, melakukan 8.207 penindakan terhadap pelanggar lalu lintas pada hari pertama Operasi Zebra Jaya 2018, yang digelar tanggal 30 Oktober kemarin. Sebanyak 6.896 pelanggar ditindak tilang, sementara 1.311 diberikan teguran.

"Jumlah tilang 6.896, kemudian teguran 1.311, total penindakan 8.207 pelanggar," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Rabu (21/10).

Dikatakan, terjadi penurunan angka tilang pada hari pertama Operasi Zebra Jaya tahun ini dibanding tahun sebelumnya sebesar 4 persen.

"Tahun 2017 pada hari pertama Operasi Zebra, jumlah tilang 7.167, sedangkan tahun 2018 sebanyak 6.896, turun 4 persen. Jumlah teguran tahun 2017 sebanyak 897, tahun 2018 ada 1.311, naik 46 persen," ungkapnya.

Ia menyampaikan, polisi menyita sejumlah barang bukti terkait proses penilangan berupa Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kendaraan. "Barang bukti yang disita 3.195 SIM, 3.679 STNK, dan 22 kendaraan bermotor," katanya.

Menurutnya, sepeda motor mendominasi jumlah pelanggar yang ditilang pada hari pertama Operasi Zebra 2018, berjumlah 4.202. Jumlah itu menurun 20 persen, dibanding tahun sebelumnya sebanyak 5.251. Kedua mobil penumpang berjumlah 2.287, naik 69 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.357.

"Mobil barang 317 (2018) berbanding 483 (2017), turun 34 persen. Kemudian, bus 90 berbanding 76, naik 18 %," sebutnya.

Budiyanto menambahkan, jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan pengendara sepeda motor antara lain, tidak menggunakan helm sebanyak 596 pelanggar, melawan arus 285 pelanggar, berbonceng lebih dari satu 165 pelanggar, melanggar lampu lalu lintas 198 pelanggar, tidak menyalakan lampu siang hari 221 pelanggar, melanggar marka tidak terputus 744 pelanggar, melanggar rambu berhenti dan parkir 1.147 pelanggar, melanggar marka berhenti atau setop 152, kelengkapan surata 477, kelengkapan kendaraan 117, dan lain-lain 130 pelanggar.

"Jenis pelanggaran mobil antara lain menggunakan handphone ada 51 pelanggar, sabuk keselamatan 81 pelanggar, muatan 18 pelanggar, marka tidak terpuus 265 pelanggar, lampu lalu lintas 70 pelanggar, melanggar berhenti atau parkir 331 pelanggar, kelengkapan surat 250 pelanggar, kelengkapan kendaraan 36, dan lain-lain 1.528 pelanggar," tandasnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2018, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, mulai tanggal 30 Oktober hingga 12 November mendatang. Sasaran operasi pengendara yang melakukan pelanggaran dan berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan lalu lintas, semisal lawan arus atau tidak menggunakan helm. (gus/b1)

Operasi zebra Jaya 2018