Eropa Kecam Rencana AS Keluar dari Perjanjian INF

josstoday.com

Angela Merkel dan Emmanuel Macron

JOSSTODAY.COM - Negara-negara Eropa bereaksi dan mengecam rencana Amerika Serikat (AS)untuk meninggalkan perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dengan Rusia. Prancis dan Jerman dua negara Eropa yang mengecam keras rencana AS tersebut.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dikabarkan langsung menghubungi Presiden AS, Donald Trump, pada Minggu (21/10), untuk mempertanyakan rencana AS tersebut. Macron juga mempertegas bahwa perjanjian INF sangat penting bagi keamanan eropa.

“Presiden Macron menggarisbawagi pentingnya perjanjian itu, terutama terkait dengan keamanan Eropa dan stabilitas strategis kami,” bunyi pernyataan kantor kepresidenan Prancis, seperti dikutip Associated Press (AP), Senin (22/10).

Pernyataan senada juga disampaikan Kementerian Luar Negeri Jerman, yang menggambarkan penarikan diri AS dari Perjanjian INF merupakan kebijakan yang sangat "disesalkan".

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, mengatakan Jerman akan meminta bantuan NATO untuk mempertahankan perjanjian senjata nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat, dan siap untuk mengambil tindakan untuk memaksa Moskow maupun AS mematuhi perjanjian itu.

"Kami siap menggunakan semua sarana diplomatik untuk tetap menghidupkan pakta 1987, yang menyingkirkan rudal-rudal nuklir berbasis darat, dan mencatat bahwa itu menyentuh kepentingan-kepentingan Eropa eksistensial," ujar Mass.

Perjanjian INF ditandatangani oleh Presiden AS, Ronald Reagan, dengan pemimpin Uni Sovier, Mikhail Gorbachev, pada 1987, yang sekaligus menandai akhir perang dingin antarkedua negara adikuasa saat itu.

Namun pada akhir pekan lalu, Presiden Trump, mengatakan sedang mempertimbangkan untuk keluar dari Perjajian INF, karena menilai Rusia telah melanggar perjanjian itu. (fa/b1)

perjanjian INF