Setiyono Dicopot dari Korwil TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Kota Pasuruan

josstoday.com

Tersangka selaku Wali Kota Pasuruan

JOSSTODAY.COM - Tim Kampanye Daerah (TKD) Capres-Cawapres nomor urut satu (Capres Jokowi-Cawapres Ma’ruf Amin) Daerah Jawa Timur (Jatim), langsung melakukan pergantian Koordinator Wilayah (Korwil) TKD Kota Pasuruan yang semula dipegang Wali Kota Pasuruan Setiyono dengan Raharto Teno Prasetyo yang menjabat Wakil Wali Kota Pasuruan.

Setiyono yang merupakan Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Pasuruan itu terpaksa dicopot karena sudah dinyatakan sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), pekan lalu.

“Kita tidak ingin agenda kerja TKD Wilayah Kota Pasuruan tersendat karena pimpinan awal di wilayah itu terlibat dugaan korupsi. Kita butuh yang fresh dan bersih (integritasnya). Jangan yang ada dugaan melanggar hukum,” ujar Sri Untari Bisowarno selaku Wakil Sekretaris TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Wilayah Provinsi Jatim di Malang, Selasa (9/10).

Raharto merupakan kader PDIP dalam Pilkada Serentak 2015 berduet dengan Setiyono yang diusung koalisi PG, PDIP, Gerindra, PAN, dan PPP.

Sebagaimana diberitakan, Wali Kota Pasuruan Setiyono beserta Pelaksana harian Kepala Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Plh Kadis PUPR) Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo, Wahyu Tri Hardianto selaku karyawan honorer PUPR yang juga staf Kelurahan Purutrejo serta pengusaha rekanan Muhamad Baqir, dicokok KPK karena diduga terlibat kasus korupsi proyek infrastruktur miliaran rupiah.

Sri Untari Bisowarno lebih lanjut menjelaskan, bahwa upaya OTT-KPK yang gencar memberantas dugaan korupsi itu, sama sekali tidak mengganggu tim pemenangan di daerah, utamanya di Kota Pasuruan dan sekitarnya. Sebab, sosok Jokowi-Ma'ruf Amin di Kota Pasuruan merupakan idola sebagai tokoh pemimpin nasional yang sederhana, jujur, dan merakyat serta terbukti telah berhasil membangun negeri ini jauh lebih baik dari sepuluh tahun terakhir.

Ia berani memastikan, penangkapan terhadap Setiyono tidak akan berdampak pada angka dukungan masyarakat Kota Pasuruan. Sebab, secara prinsip, mesin pemenangan itu ada di TKD tingkat dua. Sedang Korwil hanya bertugas mengorganisasi semua potensi pemenangan yang ada di kota dan kabupaten setempat.

“Jadi ini kerja tim, bukan perorangan. Sehingga ketika ada masalah dengan korwil TKD Kota Pasuruan tidak ada problem buat TKD di bawahnya,” ujar Sri Untari yang juga Sekretaris DPD PDIP Jatim itu.

Menurut dia, anggota TKD di tingkat kecamatan, RT/RW tetap bekerja keras melakukan sosialisasi demi terwujudnya kemenangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin untuk melanjutkan kepemimpinannya lima tahun ke depan.

“Itu agar pembangunan lima tahun ke depan terdapat kesinambungan yang jelas dan pasti,” tandas Sri Untari sambil menambahkan, pimpinan TKD Korwil Kota Pasuruan harus diganti agar tugas-tugas yang diemban dapat tetap terlaksana. (is/b1)

OTT KPK walikota pasuruan