Pelaku Usaha Gunakan Gas Elpiji 3 Kg Milik Orang Miskin Disidak Pertamina

josstoday.com

Ilustrasi

JOSSTODAY.COM - Tim Monitoring Pengunaan LPG 3Kg Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV dan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), menemukan tabung LPG 3 kilogram (kg) yang dipergunakan lima pelaku usaha makanan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Sebanyak 48 tabung LPG ditemukan saat sidak, dan 46 tabung di antaranya berhasil ditarik oleh Tim Monitoring dan ditukarkan menjadi 23 tabung 5,5 kg nonsubsidi.

Dalam sidak yang dilakukan oleh tim monitoring LPG 3 KG, Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Temanggung memberikan arahan dan imbauan tentang peruntukan LPG 3 kg, dan mengajak para pelaku usaha untuk menukar ke tabung tidak subsidi.

“Kami mengingatkan kepada para pelaku usaha ini untuk mau beralih, karena yang mereka gunakan ini (LPG kg) jelas tertulis “hanya untuk masyarakat miskin”. Mereka (pelaku usaha) bukan kelompok keluarga miskin sehingga tidak bisa menggunakan LPG bersubsidi,” tegas Eko Warih, pengawas distribusi barang kebutuhan pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Temanggung, Jumat (14/9).

Lokasi usaha yang disidak, yakni empat rumah makan dan satu unit usaha katering yang seharusnya menggunakan LPG Nonsubsidi.

Sales Eksekutif LPG Rayon VIII Pertamina, Ardian Dominggo Wiryosukarno, mengatakan, dalam sidak, Pertamina memberikan trade in (tukar tabung) dengan LPG 5,5 kg secara gratis.

“Kami berikan secara gratis penukaran 2 tabung LPG 3 kg, dengan 1 tabung LPG 5,5 kg, dan saat kegiatan ini, kami sudah memberikan 41 tabung LPG 5,5 kg dengan menukar 82 tabung LPG 3 kg ” ujarnya.

Andar Titi Lestari, Unit Manager Communication and CSR MOR IV menambahkan, jika dihitung rata-rata penggunaan mereka sebanyak 14 tabung per hari.

Sehingga total konsumsi LPG 3kg per bulan yang tidak sesuai dengan peruntukannya adalah 420 tabung, maka setelah para pelaku usaha ini menukarkan tabung bersubsidi, diharapkan penghematan 420 tabung yang seharusnya untuk masyarakat miskin ini dapat mencukupi kuota di Temanggung.

“Jadi tertulis jelas di dalam tabungnya bahwa hanya untuk masyarakat miskin, sehingga kami harapkan kesadaran masyarakat khususnya yang mampu bisa beralih ke LPG yang tidak disubsidi.

“Apabila masyarakat susah mendapatkan LPG nonsubsidi, hubungi call center kami 1.500.000, nanti operator kami akan bantu untuk mengarahkan agen LPG nonsubsidi yang terdekat dengan lokasi anda,” ujar Andar. (fa/b1)

Pertamina