PAN Boleh Gabung Koalisi Jokowi tetapi Harus Tanda Tangan Pakta Integritas

josstoday.com

Tubagus Ace Hasan Syadzily

JOSSTODAY.COM - Partai Golkar (PG) dan Partai Hanura menyambut baik niat Partai Amanat Nasional (PAN) untuk kembali bergabung dalam koalisi Joko Widodo (Jokowi). Namun kedua partai itu meminta semua peserta koalisi, termasuk PAN, harus tandatangan pakta integritas (code of conduct). Dengan pakta integritas itu, semua partai koalisi terikat dalam kebersamaan.

"Supaya tidak menjadi anggota koalisi tetapi bersikap oposisi. Kami peserta koalisi Jokowi sedang membahas itu," kata Ketua DPP PG bidang Media dan Pengalangan Opini Tb Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Rabu (8/8).

Ia menjelaskan pakta integritas itu akan menyebutkan sanksi bagi yang melanggar. Presiden selaku pemegang penuh pakta integritas juga diminta untuk bersikap tegas ketika ada anggota koalisi yang malah bersikap oposisi.

"Golkar sesungguhnya sangat terbuka dan menyambut baik kalau PAN bergabung. Golkar tidak menghalang-halangi tapi pakta integritas sangat perlu agar peserta koalisi bisa solid," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.

Pendapat serupa disampaikan Ketua DPP Partai Hanura bidang Keanggotaan Adrianus Garu. Dia meminta PAN konsisten dalam bersikap jika benar-benar bergabung dalam koalisi Jokowi.

"Jangan mau menterinya doang tapi malah serang Jokowi. Coba lihat perilaku Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais selama ini. Malah dia yang paling kecang serang Jokowi," ujar Andre, sapaan akrab Adrianus.

Sama seperti Golkar, Hanura menyambut baik niat gabung dari PAN. Tapi Hanura akan mendorong lahirnya pakta integritas untuk menertibkan peserta koalisi.‎

"Sikap itu harus jelas dan tegas. Jangan abu-abu. Kalau berada di pemerintahan, tunjukkan sikapnya dukung pemerintah. Jangan malah menghujat, apalagi caci-maki apa yang dilakukan pemerintah. Kan bisa beri masukan kalau memang dianggap menyimpang," tutur anggota DPD RI ini. (fa/b1)

Pemilu 2019