Menteri Rini Panen Tebu Tandai Giling PG di Tanah Air, Ini Kisahnya

josstoday.com

Rini Soemarno saat mengikuti panen raya di lingkungan PG Gempolkrep, Desa Mojosarirejo, Mojokerto, Senin (14/5). (foto: Frengky Pribadi)

JOSSTODAY.COM - Panen dan giling tebu bagi petani dan pabrik gula adalah hal sakral. Sekaligus tentu adalah momen penuh harap yang dinanti sepanjang satu tahun sebelumnya.

Khusus musim giling 2018, jadi hal istimewa bagi Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Mojokerto. 

Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno bersedia hadir khusus untuk ikut panen raya di lingkungan PG Gempolkrep, guna sekaligus menandai dimulai giling sebagian besar PG di tanah air.

"Sebelum panen, Bu Menteri (Rini Soemarno,red) lebih dulu silaturahim ke pesantren di Sidoarjo dan Gresik yang merupakan tradisi baik yang senantiasa dirangkainya. Termasuk di saat memulai panen dan giling tebu 2018 kali ini ," papar ketua Dewan Pembina Aosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Pusat HM Arum Sabil, yang mendampingi kunjungan Rini di Jawa Timur, Senin, (14/5/2018).

Menteri Rini tampak antusias melayani ajakan foto bersama para petani. (Foto: Frengky Pribadi)

Turut serta pula dalam rombongan mendampingi Meneg BUMN, sejumlah direksi BUMN.  

Tidak hanya Dirut PTPN Holding Dolly Pulungan beserta jajarannya yaitu Dirut PTPN X, XI, XII dan RNI. Tapi juga dari BUMN lain, seperti plt dirut Pertamina Nicke Widyawati, direktur Bank Mandiri Alexandra Askandar, dan Dirut BNI Baiquni dan dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra.

Adapun dari pejabat kementerian BUMN, diantaranya deputi BUMN Wahyu Kuncoro, Deputi BUMN Gatot dan sesmen Imam Aprianto Putro dan stafsus menteri BUMN Wianda.

"Kesediaan Menteri BUMN hadir membuka giling di  PG Gempolkrep punya makna sangat besar bagi petani," imbuh HM Arum Sabil. 

Karena itulah penyambutan  kehadiran Rini Soemarno demikian diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi petani. 

"Apalagi, ketika harus jalan kaki sekitar 500 meter ke lokasi acara di tengah ladang tebu, Ibu Menteri BUMN disambut oleh ribuan  masyarakat dan karyawan PG serta petani tebu di Dusun Putat Desa Mojosarirejo kecamatan Kemlagi Kab.Mojokerto," rinci Arum.

Rini Soemarno saat di PG Gempolkrep. (foto Frengky Pribadi) 

Rini Soemarno dengan antusias berkenan memanen tebu petani secara simbolis dan mencoba mesin mekanisasi penebang tebu milik PTPN X. 

Dan dialog ringan sambil berjalan pun tak lupa dilakukan oleh Rini Soemarno bersama para karyawan dan petani di ladang tebu yang sudah siap dipanen. Tidak lupa dilaksanakan pembagian bantuan dan penyerahan CSR, kredit perbankan, Cash For Work dan normalisasi saluran.

Setelah itu dilanjutkan melakukan leninjauan kesiapan giling PG Gempolkerep. Sambil menegaskan dalam pesannya kepada para petani dan karyawan serta pejabat PG agar selalu giat berkarya dengan loyalitas dan dedikasi serta semangat , tekun , fokus, jujur dan selalu berinovasi untuk bisa mencapai efisiensi dan berdaya saing.

Menurut HM Arum Sabil, PG Gempolkerep yang usianya saat ini sudah Mencapai 178 tahun termasuk salah satu PG yang berbasis tebu rakyat yang memiliki efisiensi dan daya saing yang baik di tanah air. "Bahkan tidak kalah dengan pabrik-pabrik gula baru yg ada di Pulau jawa, karena PG Gempolkerep dioperasikan dengan baik dan penuh amanah serta perawatan," imbuh HM Arum Sabil.

Menurut Arum, PG tua selama ini  dikonotasikan tidak efisien dan itu tidak benar. "Tidak benar tafsir dari berbagai pihak yang mengatakan bahwa PG yang usianya sudah tua tidak efisien," jelas Arum.

Adapun detil lainnya, diungkap Arum, sejarah awal berdiri dan beroperasinya PG Gempolkrep tersebut adalah  sekitar tahun 1840 dengan kapasitas di bawah 1500 tcd.

"Tapi dalam perjalananya PG dengan kapasitas kecil yang ada di Mojokerto semua ditutup dan akhirnya malah digabung jadi satu di PG Gempolkrep dan dioperasikan kembali pada TH 1912 dengan Kapasitas Terpasang 3600 tcd," jelas Arum.

Lalu seiring  waktu berjalan, kapasitas produksi PG Gempolkrep ditingkatkan terus "Dan di tahun 2018 Kapasitasnya 6500 tcd dan dalam Pengembangan ke 10.000 tcd.

Total Lahan Tebu = 14.040 ha. Lahan milik petani = 14.000 ham Lahan milik PG 40 ha. 

"Estimasi gula yg di hasilkan di PG Gempolkerep tahun 2018 = 70.000 ton dengan Kwalitas Gula Premium Icumsa 80 sd 120," jelas HM Arum Sabil.

Rini Soemarno bersama para petani. (Foto Frengky Pribadi)

Sekilas Potret PTPN X

PTPN X sebagai induk perusahaan d PG Gempolkrep memiliki 11 PG dengan total Kapasitas terpasang 42.000 tcd

Tapi belakangan, sejak 2016 dua PG telah ditutup. Yaitu pada tahun 2016 PG Toelangan ditutup. Pada Th 2018 PG Watu Tulis ditutup.

Sehingga pada musim giling tahun 2018 ini PTPN X, hanya operasikan 9 Pabrik Gula dengan Kapasitas terpasangnya 39.000 tcd.

Estimasi Produksi Gula PTPN X Th 2018 400.000 ton. Luas Areal Tanaman Tebu PTPN X Milik Petani = 60.000 ha. Luas Areal Tanaman Tebu milik Pabrik Gula 4000 ha. Total Areal Tanaman Tebu PTPN X TR/TS = 64.000 ha. (ru/pr)

BUMN Menteri Rini Soemarno