Ricuh Arema 'Bad Day', Puluhan Supporter Aremania Penuhi IGD

josstoday.com

Para oknum supporter Aremania mengamuk dan memenuhi lapangan pertandingan dalam laga Liga 1 Arema FC vs Persib di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam.

JOSSTODAY.COM - Insiden buruk mewarnai laga kompetisi Liga 1 yang mempertemukan dua tim bebuyutan Arema FC dan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam. Akibat kericuhan di masa injury time tambahan waktu babak kedua, puluhan Aremania terkapar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kericuhan ini bermula dari ketidaktegasan wasit Handri Kristanto dan aksi pemain Persib yang memancing emosi Aremania di tribun apan skor Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Seorang pemain Persib tiba-tiba tergeletak setelah merasa mendapatkan lemparan dari penonton.

Tak terima dengan keputusan wasit yang menghentikan pertandingan untuk memastikan kondisi pemain, tiba-tiba supporter yang sejak awal sudah panas menaiki seattle ban pembatas tribun dan memasuki lapangan stadion. Puluhan steward yang selama pertandingan berjaga pun dibuat tak berdaya menghalau serbuan ratusan supporter yang sedang kalap.

Karena kalah jumlah, para personel steward ini pun dibuat kocar-kacir. Sejurus kemudian, pihak keamanan dari kepolisian yang mencoba melokalisir dan menghalau oknum supporter dengan pentungan ini tak mampu membuat ciut nyali supporter.

Tak disangka, serbuan supporter merangsek dari pintu masuk sektor timur stadion. Aparat kepolisian yang kalah jumlah tidak bisa berbuat banyak dan justru menjadi sasaran kemarahan oknum supporter. Para supporter yang berhasil memasuki lapangan pertandingan ini pun terus bergerak menuju bench pemain dan ofisial Persib.

Saling kejaran pun terjadi, sebagian supporter melampiaskan kecewa dengan melemparkan apa saja yang ada di depannya ke arah tribun sisi kanan tribun VIP. Sebagian merusak papan display LED dan bench panpel.

Desingan tembakan peringatan pun beberapa kali terdengar dari berbagai penjuru. Hal ini sempat membuat semburat dan kocar-kacir penonton. Tampak, tembakan gas air mata mengarah ke tribun penonton yang menjadi titik awal pusat kericuhan.

Belum sempat wasit meniup peluit akhir laga Arema FC versus Persib dengan tambahan waktu 3 menit ini dengan skor sama 2-2. Laga sarat gengsi ini pun terpaksa berhenti dan perangkat pertandingan berikut pemain lawan diamankan. Para pemain dan ofisial Persib dikonfirmasi masih tertahan di ruang ganti Stadion Kanjuruhan hingga lebih satu jam usai kericuhan.

Hingga pukul 22.30 WIB, masih tersisa sejumlah supporter yang tergeletak di lantai ruang sisi utara pintu masuk stadion Kanjuruha. Mereka tengah mendapatkan perawatan pertolongan pertama dan menunggu ambulans untuk penanganan medis di rumah sakit. Ruang ICU RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan RS Wava Husada dipenuhi supporter korban yang mengalami luka dan sesak napas.

Dalam keterangan persnya, pihak panpel dan manajemen Arema FC menyatakan prihatin dan menyayangkan tragedi malam ini. Media officer Arema FC Sudarmaji menegaskan, memohon maaf sebesar-besarnya atas apa yang dialami korban. Pihaknya pun siap bertanggung jawab atas kejadian dan kerugian yang dialami supporter korban.

"Kejadian malam ini benar-benar tidak normal. Supporter seperti mengalami akumulasi (kekecewaan). Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada supporter yang menjadi korban malam ini. Manajemen sangat serius dan respek terhadap korban dan akan bertanggung jawab penuh atas insiden yang mereka alami," tegas Sudarmaji, Minggu (15/4) malam. (amn)

Aremania Mengamuk Arema Bad Day Liga 1