Amankan Sumber Mata Air, Perhutani Gelar Tanam Pohon Bersama Rakyat

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Kondisi hutan di Pulau Jawa, khususnya di Provinsi Jawa Timur dalam masa kritis. Sebab, saat ini banyak hutan yang dialih fungsikan sebagai tempat tinggal atau areal persawahan. Akhirnya, sumber-sumber mata air pun perlahan-lahan mulai menghilang.

Karena itu, Perusahaan Umum (Perum) Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) bersama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Segoro Agung menggelar acara penanaman pohon bersama di Kawasan Wonosalam, Mojokerto, Jumat (13/4/2018) pagi.

"Hutan sekarang, khususnya mata air semakin terancam keberadaannya. Apa mau semua hutan dibikin sawah? Ya, kita dari Perhutani sebenarnya nggak masalah. Tapi, bagaimana dengan kondisi lingkungan kita?" Kata Kepala Departemen SDM dan Umum Perhutani Divre Jatim, Kristomo dalam sambutannya.

Menurutnya, dari program Pemberdayaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) ini dapat memberikan pemahaman baru agar masyarakat dapat memanfaatkan hutan sebagaimana mestinya. Sehingga, keberadaan sumber mata air tidak cepat hilang.

Sementara itu, perwakilan Ponpes Segoro Agung, Faiz mengatakan bahwa pihaknya bersama Perhutani berupaya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hutan untuk kehidupan bagi masyarakat. 

"Karena kalau hutan ini habis dan mata air berkurang, kita juga yang rugi. Untuk itu pada acara reboisasi ini kami mengajak serta segenap masyarakat. Ada perwakilan baik dari pihak Kecamatan, kalangan Akademisi, maupun Ibu-Ibu PKK. Pokoknya lintas elemen," jelasnya.

Pada reboisasi yang dilakukan kali ini, Perhutani Divre Jatim bersama Ponpes Segoro Agung menanam kurang lebih 2000 pohon. Diharapkan, kegiatan reboisasi ini pun bisa terus dilakukan di seluruh wilayah Jawa Timur, atau bahkan Pula Jawa dan Indonesia. (ais)

Perhutani Ponpes Segoro Agung Hutan