Gus Ipul Bocorkan Lima Program Utama

josstoday.com

Bacagub Jatim, Saifullah Yusuf (tengah) didampingin Ketua Tim Pemenangan, Hikmah Bafaqih (kiri) dan Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar saat menggelar konferensi pers di Rumah Gus Ipul-Mbak Puti, Jl. Gayungsari Barat X No.30, Surabaya, Minggu (11/2/2018). (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipu) dan Puti Guntur Soekarno (Puti) telah menyiapkan visi dan misi untuk memajukan Jatim. Hal itu dibuktikan dengan adanya 1 visi, 5 misi, 9 agenda prioritas, dan 33 janji kerja.

Namun, dari banyaknya program yang disusun, Gus Ipul saat menggelar konferensi pers di Rumah Gus Ipul-Mbak Puti, Jl. Gayungsari Barat X No.30, Surabaya, membocorkan lima program prioritas.

Lima program prioritas yang disampaikan adalah Dik Dilan (Pendidikan Digratirskan Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), dan Madin (Madrasah Diniyah) Plus Berkelanjutan.

Gus Ipul mengaku jika program tersebut menjadi program andalan karena dampaknya akan sangat bisa dirasakan oleh masyarakat nantinya, sesuai dengan taglinenya Perubahan Berkelanjutan Untuk Jawa Timur Makmur.

“Untuk menegaskan komitmen kita terhadap program tersebut sekaligus mendapat perhatian masyarakat bahwa ini yang akan kami jalankan,” kata Gus Ipul, Minggu (11/2/2018).

Seperti halnya Dik Dilan yang bakal mengembalikan lagi pendidikan gratis untuk masyarakat Jawa Timur. Setelah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengembalikan lagi kewenangan terhadap SMA/SMK negeri kepada pemprov, sejumlah daerah yang menggratiskan pendidikan hingga tingkat menengah atas tak bisa melakukannya lagi.

Dengan Dik Dilan, Gus Ipul akan kembali menggratiskan SMA/SMK negeri. Komitmen pendidikan tak hanya diwujudkan pada sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta. Sekolah-sekolah swasta yang setingkat dengan SMA akan diberikan subsidi. Pemprov Jatim mengalokasikan dana untuk meng-cover seluruh operasional SMA/SMK tanpa dibebankan ke peserta didik dengan alokasi Rp 1,4 triliun.

"Sehingga, program ini dapat meringankan beban para orang tua untuk bisa menyekolahkan anaknya. Sekaligus, ini adalah program wajib belajar 12 tahun," jelas Gus Ipul.

Komponen yang akan ditanggung mencakup biaya operasional dan SPP yang dihitung per siswa. “Untuk siswa dari keluarga miskin, kita akan memberikan beasiswa yang digunakan untuk biaya transportasi, pembelian peralatan sekolah dan pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana akan disesuaikan untuk masing-masing daerah,” kata Gus Ipul.

Selain itu, ada juga Satria Madura untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura. Berdasarkan data, pulau Madura terdapat angka kemiskinan yang masih cukup tinggi.

Program ini akan memberikan anggaran tanbahan sebesar Rp 1 triliun pertahun yang dibagi secara proporsional untuk 4 kabupaten yang ada. Anggaran ini akan menambah anggaran lain yang selama ini sudah diberikan.

“Fokus pemanfaatannya adalah akselerasi pembangunan infrastruktur, investasi bidang ekonomi dan peningkatan aksesibilitas pada layanan pendidikan dan kesehatan,” kata Gus Ipul.

Komitmen terhadap Pulau Madura juga sama besarnya dengan kawasan selatan Jawa Timur. Selama ini terjadi kesenjangan yang cukup besar antara kawasan pantai utara dan pantai selatan. Pembangunan ekonomi selama ini banyak berpuar dikawasan ring satu (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto).

Karena itu, Gus Ipul bersama tim membuat program Tebar Jala untuk membangun pusat ekonomu baru ditengah padatnya perputaran ekonomi di wilayah Utara.

Potensi wisata yang besar di kawasan Selatan menjadikan Gus Ipul-Puti ingin meningkatkan perekonomian wisata, serta membangun akses jalan yang mudah bagi masyarakat luar yang ingin berwisata di Jatim.

Tak hanya itu, keduanya juga memfokuskan pembangunan hingga ketingkat desa sekalipun. Dengan program Desa Cemara, ia berharap agar desa dapat secara mandiri mengurus dan melayani warganya.

Bercontoh kepada Kabupaten Banyuwangi yang berhasil memajukan desanya, Gus Ipul akan memperkuat desa dengan teknologi yang sudah ada. Salah satunya internet untuk mempermudah kinerja.

"Jadi, seperti buat surat kelakuan baik, akta kelahiran sudah bisa diambil di kantor desa. Sehingga program ini, bisa mempercepat dan mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat," jelasnya.

Karena itu, ia pun akan memberikan suntikan dana antara Rp 50-10p juta untuk setiap desa, dari total 5.674 desa dan 2.827 kelurahan.

Targetnya, kata Gus Ipul, semua desa/kelurahan di Jatim bisa memaksimalkan fungsinya sebagai ujung tombak pelayanan warga. Komitmen anggaran program Desa Cerdas adalah sebesar Rp 700 miliar untuk instalasi serentak di tahun pertama dan anggaran pemeliharaan dan operasional untuk tahun-tahun berikutnya.

Sedangakan program kelima adalah Madin Plus yang sebelumnya sudah dijalankan oleh Pemprov Jatim untuk peningkatan kesejahteraan guru-guru Madin. Melalui program Madin Plus, Gus Ipul-Mbak Puti akan memperluas jangkauan penerima dan memasukkannya sebagai bantuan keuangan yang bisa diberikan secara rutin setiap tahun.

Bentuk programnya antara lain insentif guru Madin yang lebih besar dari sebelumnya, dan bantuan sarana prasarana yang diberikan berbasis jumlah siswa yang dilayani. “Kita ingin agar pendidikan Madin semakin mapan dalam memberikan kontribusi bagi meningkatnya kualitas (pendidikan agama dan akhlak generasi muda,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jatim sekaligus Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar mengaku jika seluruh program yang disusun telah disesuaikan dengan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Program ini bukan program asal bunyi saja. Tapi, program ini disusun karena kondisi Jawa Timur saat ini dan telah dihitung dengan APBD Jatim saat ini Rp 30 triliun," ungkapnya. (ais)

Pilgub Jatim 2018 Gus Ipul Puti Visi Misi