Kemenpora Bantu Produsen Shuttlecock Cari "Kaki Tangan"

josstoday.com

Peserta kegiatan "Pendidikan dan Pelatihan Teknis Produk Industri Olahraga 2017" di Hotel Novotel, Surabaya, Kamis (28/9/2017).

JOSSTODAY.COM - Kementerian Pemuda dan Olaharaga (Kemenpora) turut mendukung keberlangsungan industri olahraga di Tanah Air. Melalui kegiatan "Pendidikan dan Pelatihan Teknis Produk Industri Olahraga 2017", Kemenpora tanpa sengaja telah mempertemukan produsen shuttlecock dengan pihak-pihak yang siap memasok bahan baku, khususnya bulu angsa dan bulu ayam.

Awalnya, pelaku industri shuttlecock diudang dalam acara pelatiah untuk membimbing para peserta. Dari situ kemudian ada komunikasi bisnis diantaranya kedua pihak. "Ada deal-deal, mereka (peserta pelatihan) jadi kaki tangan di daerah untuk mencarikan bahan baku," ujar Kepala Bidang Barang dan Jasa Industri Olahraga Kemenpora, M Gajah Nata Surya di Hotel Novotel Surabaya, Kamis (28/9/2017).

Gajah berharap hal itu menjadi awal yang baik, dan kedepan harus terus dikembangkan. Tidak sekadar sebagai pemasok bahan baku untuk industri shuttlecock, mereka juga harus bisa berkembang menjadi sebuah industri. "Setelah terbentuk plasma-plasma di daerah, ke depan harus dapat tumbuh. Misalnya jadi industri bulu," harapnya.

Pihak Kemenpora sendiri mengaku puas dengan kegiatan pelatihan yang telah digelar. Meski dengan waktu yang singkat, para peserta mampu menghasilkan produk shuttlecock dengan standar home industri. "Hasilnya menggembirakan, dan harapannya bisa ditindaklanjuti di daerah lain," ucap Gajah.

Sementara itu, Sulis, salah satu peserta pelatihan mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan yang digelar oleh Kemenpora. Melalui kegiatan ini, dia mendapatkan tambahan ilmu dan ketrampilan.

Kendati demikian, Sulis masih akan pikir-pikir jika ingin membuka usaha pembuatan shuttlecock. "Ini saja (saat pelatihan) sehari hanya bisa buat 5 (unit). Waktunya yang tidak ada, karena saya juga buka toko. Ya paling tidak kalau anak mainan (badminton) terus (shuttlecock) rusak, bisa benerin sendiri. Suatu saat nanti pasti ada manfaatnya," cetus penjual parfum tersebut.(far)

Kemenpora mantan altet Pelatihan Ketrampilan Produsen Shuttlecok